google-site-verification: google2d209c0bda4cbc8e.html VILUVASA: Artikel Islami
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Wednesday, November 27, 2013

Sedekah Tidak Akan Mengurangi Harta, Bahkan Menambah Berkali Lipat

http://adf.ly/a1VZh

Sedekah Tidak Akan Mengurangi Harta, Bahkan Menambah Berkali Lipat - Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu' (sedekah secara spontan dan sukarela).

Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT yang artinya:

''Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.'' (QS An Nisaa [4]: 114). Saya kutip dari sedekahindahberkah.blogspot.com.

Sedekah yang Paling Utama

Berikut beberapa keadaan yang menyebabkan sedekah kita nilainya lebih utama dari pada sedekah normal, yang saya kutip dari pengusahamuslim.com :

Pertama, sedekah secara rahasia

Merahasiakan sedekah akan lebih mendekati ikhlas. Karena itulah nilainya lebih besar dibanding sedekah yang diketahui orang lain. Allah berfirman,

إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِىَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتؤْتُوهَا الفُقَرَاءِ فَهُوَ خَيرٌ لَّكُمْ

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.." (QS. Al-Baqarah: 271).

Kedua, sedekah ketika masih sehat, kuat, dan punya harapan hidup lebih lama

Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Sedekah seperti apakah yang paling besar pahalanya?' beliau menjawab:

أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ، وَتَأْمُلُ الغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الحُلْقُومَ، قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا، وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

"Engkau bersedekah ketika kamu masih sehat, rakus dengan dunia, takut miskim, dan bercita-cita jadi orang kaya. Jangan tunda sedekah sampai ruh berada di tenggorokan, kemudian kamu mengatakan: 'Untuk si A sekian, si B sekian, padahal sudah menjadi milik orang lain (melalui warisan).' (HR. Bukhari & Muslim)

Pada saat sehat, muda, umumnya manusia masih sangat butuh harta, dan cinta harta dan kekayaan. Bersedekah pada kondisi tersebut akan membutuhkan perjuangan yang lebih besar untuk melawan nafsunya, dibandingkan sedekah yang dilakukan oleh orang yang tidak lagi punya harapan banyak dengan kehidupan dunia karena sudah tua.

Ketiga, sedekah yang diberikan setelah menunaikan kewajiban nafkah keluarga

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

"Sebaik-baik sedekah adalah harta sisa selain jatah nafkah keluarga. Mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi." (HR. Bukhari & Muslim)

Sedekah ini bernilai lebih baik, karena dilakukan tanpa menelantarkan kewajibannya. Mengingat kaidah baku dalam syariat, amal wajib lebih didahulukan dari pada amal sunah.

Keempat, sedekah pada saat krisis

Orang yang memiliki sedikit, namun dia berani bersedekah, menunjukkan keseriusan dia dalam beramal, disamping sikap istiqamah yang dia lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya, 'Bagaimana bila demikian'

كان لرجل درهمان تصدق بأحدهما، وانطلق رجل إلى عرض ماله، فأخذ منه مائة ألف درهم فتصدق بها

"Ada orang yang memiliki 2 dirham, kemudian dia sedekahkan satu dirham. Sementara itu ada orang yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham untuk sedekah." (HR. Nasai dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kelima, nafkah untuk keluarga

Barangkali banyak kepala keluarga yang belum terbayang, ternyata nafkah yang kita berikan kepada kelurga sejatinya bisa bernilai pahala. Dengan syarat, dilakukan dalam rangka mengharap pahala Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرجل إذا أنفق النفقة على أهله يحتسبها كانت له صدقة

"Seseorang yang memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dr Allah maka itu bernilai sedekah." (HR. Bukhari & Muslim)

Bahkan nafkah keluarga yang diniatkan utk beribadah kepada Allah, nilainya lebih besar dibandingkan yang disumbangkan untuk orang miskin. Karena nafkah keluarga hukumnya wajib. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أربعة دنانير: دينار أعطيته مسكيناً، ودينار أعطيته في رقبةٍ، ودينار أنفقته في سبيل الله، ودينار أنفقته على أهلك، أفضلها الدينار الذي أنفقته على أهلك

Ada 4 dinar: satu dinar kau berikan ke orang miskin, satu dinar kau sumbangkan untuk pembebasan budak, satu dinar untuk jihad fi sabililllah, dan satu dinar yang kau jadikan nafkah untuk keluarga, yang paling utama adalah satu dinar yang kau nafkahkan untuk keluarga. (HR. Muslim)

Keenam, sedekah kepada kerabat

Sedekah ini lebih utama karena nilainya ganda: sedekah sekaligus mempererat silatur rahim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصدقة على المسكين صدقة، وهي على ذي الرحم اثنتان صدقة وصلة

Sedekah kepada orang miskin nilainya hanya sedekah. Sedekah kepada kerabat nilainya dua: sedekah dan menyambung silaturrahim. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Saturday, August 31, 2013

Sifat Istri yang Sholehah

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah” (HR. Muslim). Tapi terkadang para kaum hawa binggung seperti apa sih kriteria istri yang sholehah itu. Berikut adalah sifat dari istri sholehah :

  • Ia penuh kasih sayang dalam keluarga dan selalu minta maaf kepada suami jika khilaf.
  • Ia selalu melayani suaminya dengan baik,baik dalam keseharian maupun di tempat tidur.
  • Ia selalu setia kepada suami dan tak mudah berpaling kepada lelaki lain.
  • Ia selalu berpenampilan menarik didepan suami dan selalu menyenangkan hati suami bila dipandang.
  • Ia pandai mensyukuri dan menerima sekecil apapun pemberian suami serta tidak mudah melupakan kebaikannya.
  • Ia bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasrat batinnya.
  • Ia mampu memberikan keteduhan serta kedamaian dalam rumah tangga.
  • Ia menjadikan rumah laksana Surga bagi suami dan anak-anaknya.
  • Ia pandai melegakan dan membuat tenang hati suaminya.
  • Ia adalah amanah (bisa dipercaya) jika suami tak ada dirumah.
  • Ia tidak suka berkumpul dengan orang-orang yang suka berghibah (membicarakan kejelekan orang lain)
  • Ketika suami dirumah ia tidak menyibukkan diri dengan kegiatan yang tidak penting, terkecuali.suami mengizinkan. Hal ini di maksudkan untuk memberi kesempatan kepada suaminya, jika sang suami hendak mengajaknya untuk bersenang-senang.

Semoga Para Ukhty Yang Membaca artikel ini bisa mempraktekan hal-hal tersebut, insyaAllah suamimu akan merasa tenteram hatinya.

Dan kehidupan rumah tangga tercipta suasana yang sakinah, mawadah, warahmah.

Aamiin ya Rabbal'alamin.

Baca artikel lainnya :

Thursday, June 13, 2013

Ruqyah, Dialog dengan Jin dan Setan serta Teknik Menangkap Jin secara Islami


Berikut adalah video yang tanpa sengaja saya temukan ketika streaming di Youtube.com. Video ini berisi tentang percakapan Abdurraouf ben Halima dengan jin serta setan generasi ke 45 dari keturunan iblis. Dialog yang terdapat di video ini sangat menarik dan menambah pengetahuan kita tentang pasukan jin dari golongan setan dan tentara dari golongan jin islam. Disini diungkap cara menangkap jin secara islami. Untuk lebih gamblangnya silahkan anda tonton sendiri.

Oiya pesan saya perhatikan dialognya dengan seksama ya, soalnya itu sangat penting dan menarik untuk di ketahui. Video ini sangat layak untuk di tonton.


Download Video


Baca artikel lainnya :

Tuesday, November 6, 2012

4 Tarekat Dalam Islam

 1. TAREKAT CHISYTIYAH
Khwaja ('Guru') Abu Ishaq Chisyti, 'orang Syria', lahir di awal abad kesepuluh. Ia keturunan Nabi Muhammad saw dan dinyatakan sebagai 'keturunan spritual' ajaran-ajaran batiniah Keluarga (Bani) Hasyim. Pengikut-pengikutnya berkembang dan berasal dari Garis para Guru, yang kemudian dikenal menjadi Naqsyabandiyah ('Orang-orang Bertujuan').

Komunitas Chisytiyah ini, berawal di Chisyt, Khurasan, khususnya menggunakan musik dalam latihan-latihan mereka. Kaum darwis pengelana dari tarekat ini, dikenal sebagai Chist atau Chisht. Mereka akan memasuki sebuah kota dan meramaikan suasana dengan seruling dan genderang, untuk mengumpulkan orang-orang sebelum menceritakan dongeng atau legenda, sebuah permulaan yang penting.

Jejak tokoh ini ditemukan pula di Eropa, di mana chistu Spanyol ditemukan dengan pakaian dan instrumen serupa --semacam pelawak atau komedi keliling. Bisa jadi demikian, dalam kamus etimologi Barat menghubungkan istilah Latin gerere, 'melakukan', sebagai asal kata 'pelawak' yang kenyataannya adalah sosok jenaka, dan asal mula itu berkaitan dengan Chisti Afghanistan.

Pengaruh kaum Chisyti paling lama di India. Selama sembilanratus tahun terakhir, musisi mereka dihargai di seluruh benua.

2. TAREKAT QADIRIYAH
'Jalan' ini diadakan oleh para pengikut Abdul Qadir dari Gilan, yang lahir di Nif, distrik Gilan, sebelah selatan Laut Kaspia. Dia meninggal dunia tahun 1166, dan menggunakan terminologi sangat sederhana yang kemudian hari digunakan oleh orang-orang Rosicrucia di Eropa.

Semua kaum darwis menggunakan bunga mawar (ward) sebagai suatu lencana dan simbol dari persamaan bunyi (rima) dari kata wird (latihan konsentrasi-mengingat Allah). Abdul Qadir, pendiri tarekat Qadiriyah, termasuk dalam suatu peristiwa yang memberinya julukan Mawar dari Baghdad. Hal itu dikaitkan bahwa Baghdad telah demikian penuh dengan para guru kebatinan (mistik), ketika Abdul Qadir tiba di kota, maka diputuskan untuk mengiriminya sebuah pesan. Kaum mistik oleh karena itu mengirimkan kepadanya, di pinggiran kota, sebuah bejana yang diisi penuh dengan air. Maksudnya sudah jelas: "Cawan Baghdad sudah penuh".

Meski musim kemarau dan di luar musim, Abdul Qadir telah menghasilkan bunga mawar yang berkembang penuh, yang dia letakkan di atas air dalam bejana tersebut, menunjukkan kekuatannya yang luar biasa dan juga bahwa masih ada tempat bagi dirinya. Ketika tanda-tanda ini telah dibawa kepada mereka, kumpulan kaum kebatinan tersebut berteriak, "Abdul Qadir adalah mawar kami," dan mereka pun cepat-cepat mengantarkannya ke kota.


3. TAREKAT SUHRAWARDIYAH
Syeikh Ziauddin Jahib Suhrawardi, mengikuti disiplin Sufi kuno, Junaid al-Baghdadi, dianggap sebagai pendiri tarekat ini pada abad kesebelas Masehi. Seperti halnya tarekat-tarekat lain, guru-guru Suhrawardi diterima oleh pengikut Naqsyabandi dan lainnya.

India, Persia dan Afrika semuanya dipengaruhi aktikitas mistik mereka melalui metode dan tokoh-tokoh tarekat, kendati pengikut Suhrawardi ada diantara pecahan terbesar kelompok-kelompok Sufi.
Praktek-praktek mereka diubah dari kegembiraan mistik kepada latihan diam secara lengkap untuk 'Persepsi terhadap Realitas'.

Bahan-bahan instruksi (pelajaran) tarekat seringkali, untuk seluruh bentuk, hanya merupakan legenda atau fiksi. Bagaimanapun bagi penganut, mereka mengetahui materi-materi esensial untuk mempersiapkan dasar bagi pengalaman-pengalaman yang harus dijalani murid. Tanpa itu, diyakini, ada kemungkinan bahwa murid dengan sederhana mengembangkan keadaan pemikiran yang sudah berubah, yang membuatnya tidak cakap dalam kehidupan sehari-hari.

4. TAREKAT NAQSYABANDIYAH
Sekolah darwis yang disebut Khajagan ('Para Guru') muncul di Asia Tengah dan berpengaruh besar terhadap perkembangan kerajaan India dan Turki. Tarekat mengembangkan banyak sekolah khusus, yang mengambil nama-nama individu.

Khaja Bahauddin Naqsyabandi (wafat kira-kira 1389) adalah salah seorang dari tokoh-tokoh besar sekolah ini. Setelah masanya, dikenal sebagai Rangkaian Naqsyabandi; 'Para Perancang', atau 'Para Guru Desain.'

Bahauddin menghabiskan waktu tujuh tahun sebagai kerabat istana, tujuh tahun memelihara binatang dan tujuh tahun dalam pembangunan jalan. Ia belajar di bawah bimbingan Baba as-Samasi yang mengagumkan, dan dihargai setelah kembali pada prinsip dan praktek Sufisme. Para syeikh Naqsyabandi sendiri mempunyai kewenangan untuk menuntun murid ke tarekat-tarekat darwis yang lain.

Karena mereka tidak pernah mengenakan busana aneh di depan umum, dan karena anggota mereka tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian. Sebagian karena tradisi 'Para Guru' bekerja sepenuhnya di dalam kerangka kerja sosial dan kultur di mana mereka bertugas, penganut Naqsyabandi di Timur Tengah dan Asia Tengah memperoleh reputasi sebagai ummat Muslim yang taat.

Baca artikel lainnya :

Monday, November 5, 2012

Tujuan Manusia Diciptakan

Pertanyaan :
Apa tujuan penciptaan manusia?

Jawaban :

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin meng-ingatkan pada kaidah umum tentang apa yang diciptakan Allah Ta'ala dan apa yang disyariatkan-Nya. Kaidah ini diambil dari firman Allah Ta'ala:
Sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. [Yusuf:83], dan firman-Nya:
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. [Al-Ahzab:1] serta ayat-ayat lainnya yang menunjukkan tentang pene-tapan hikmahAllah Ta'ala pada apa yang diciptakan-Nya dan apa yangdisyariatkan-Nya, yaitu ketentuan-ketentuan-Nya dalam penciptaan dansyariat. Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang diciptakan AllahTa'ala kecuali ada hikmahnya, baik itu dalam hal mengadakannya ataupun meniadakannya, dan tidak ada sesuatu pun yang disyariatkan AllahTa'ala kecuali untuk suatu hikmah, baik itu yang diwajibkan, atau yangdiha-ramkan ataupun yang dibolehkan.

Namun kadang-kadang hikmah-hikmah yang tercakup dalam hikmahpenciptaan dan pensyariatan itu kita ketahui, kadang pula tidak kitaketahui dan ada pula yang hanya diketahui oleh sebagian orang sajasesuai dengan ilmu dan pemahaman yang diberikan Allah Ta'ala kepadamereka. Demikianlah, maka kami katakan; bahwa sesungguh-nya AllahTa'ala menciptakan jin dan manusia untuk suatu hikmah yang agung dantujuan yang mulia, yaitu untuk beribadah [menghamba] kepada-Nya,sebagaimana firman-Nya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [Adz-Dzariyat: 56].
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamusecara main-main [saja], dan bahwa kamu tidak akan dikembali-kankepada Kami[Al-Mukminun: 115].

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja [tanpa pertanggungjawaban]      [Al-Qiyamah: 36].
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah Ta'alamempunyai hikmah yang agung dalam penciptaan jin dan manusia, yaituuntuk beribadah kepada-Nya.

Ibadah adalah tunduk dan patuh kepada Allah Ta'ala dengan penuhkecintaan dan pengagungan dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya danmenjauhi larangan-larangan-Nya sesuai dengan tuntunan yang ditetapkan dalam syariat-syariat-Nya. Allah Ta'ala berfirman, Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam [menjalankan] agama yang lurus.[Al-Bayyinah: 5].

Jadi, itulah hikmah penciptaan jin dan manusia. Dan berdasarkan ini,maka barangsiapa yang membelakangi Rabbnya dan enggan beriba-dahkepada-Nya, berarti ia telah mencampakkan hikmah penciptaan para hamba,dan perbuatannya itu berarti persaksiannya bahwa Allah Ta'ala telahmenciptakan makhluk dengan sia-sia, kendati hal itu tidakdinyata-kannya, namun telah menunjukkan keangkuhan dan kesombongannya untuk taat kepada Rabbnya.

Sumber

Baca artikel lainnya :

Godaan Orang Berilmu

Jangan disangka bahwa seseorang yang berilmu sudah otmatis terlindungi dari kebodohan dan terlepas dari godaan. Meskipun orang berilmu berada di tingkatan yang lebih tinggi daripada makhluk-makhluk lain, ia juga tetap menghadapi godaan yang tidak kalah besar. Bahkan godaan orang yang berilmu jauh lebih besar dibandingkan godaan orang-orang selainnya. Begitu pula dalam akibatnya, bila ia berhasil maka jadilah ia orang yang paling takut [dekat] di sisi Allah. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” [QS. Al-Fathir: 28]. Dan sebaliknya, ketika ia gagal dalam menghadapi godaan, maka ia hanya menjadi penyebab kerusakan di muka bumi. Dia jugalah yang disinyalir oleh Rasulullah SAW sebagai manusia selain Dajjal lebih ditakuti –karena sangat halus geraknya– dari pada Dajjal itu sendiri. Rasul SAW ditanya, “Siapakah mereka wahai Rasulallah?” “Mereka adalah ulama-ulama yang jahat (‘ulama’ al-su’i).”  (Muslim: 5/145).

Apa saja godaan orang berilmu?

Yang pertama adalah harta benda atau duniawi. Ini adalah cobaan yang paling ringan. Orang yang berilmu seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang terkadang menyulitkan. Ketika seseorang menjadi ilmuwan, maka dengan sendirinya harta dunia itu datang. Kesempatan orang yang berilmu dalam mendapatkan dunia lebih besar daripada orang yang tidak berilmu. Di sinilah orang yang berilmu digoda. Apakah ilmu yang dimilikinya bisa menagtur nafsu syahwatnya [yang cenderung pada dunia]? Ataukah sebaliknya, nafsu syahwatnyalah yang menjadi pengatur ilmunya?

Apakah yang terakhir ini bisa terjadi pada orang yang berilmu? Bagaimana bisa?

Memang tidak salah bila orang berilmu mendapatkan harta dunia dari ilmu-ilmunya. Tidak salah bila seorang dokter mendapatkan upahnya. Pun tidak salah bagi seorang guru/dosen mendapatkan bisyarahnya. Namun yang disalahkan adalah bila ilmu dijadilakn legitimasi dari keinginan-keinginan duniawinya. Yang salah adalah dokter yang menyalahgunakan keilmuannya demi sejumlah rupiah. Yang berbahaya adalah ulama/ilmuwan/cendekiawan yang memanfaatkan kedalaman ilmu [baca penegtahuan] nya demi sejumlah harta. Kalau apa yang dibuat oleh dokter dalam penyahgunaannya mungkin menyebabkan malpraktek, atau paling parah bisa menyebabkan kematian fisik manusia, maka kesalahan ulama terhadap penyalahgunaan ilmunya bisa lebih berbahaya dari sekedar kematian fisik. Kesalahan bisa menyebabkan kebingungan umat serta menjadi penyulut para hamba Allah untuk bermaksiat kepada-Nya. Yang paling berbahaya adalah tingkah ulama ini bisa juga menghancurkan akidah umat. Hal tersebut bisa terjadi hanya karena kecenderungannya pada harta benda.

Godaan yang kedua adalah kehormatan dan nama baik di mata makhluk. Ini adalah penyakit jiwa. Mungkin saja orang berilmu terhindar dari godaan harta yang hina karena ketampakannya, maka ia tidak begitu saja lepas dari godaan kedua yang halus ini. Ia adalah godaan yang lembut dalma jiwa manusia. Kecenderungan orang yang berilmu setelah penguasaan yang mendalam dalam keilmuan adalah keinginan untuk dihormati. Ia merasa berhak dengan penghormatan semua makhluk karena ketinggian ilmunya.

Bila cinta/gila hormat dari makhluk ini dibiarkan begitu saja, maka orang berilmu akan terjangkit pada penyakit ketiga yang paling berbahaya, yaitu kesombongan. Pada godaan ini, orang berilmu memang tidak lagi berhadapan dengan harta dunia. Mungkin saja ia berhasil melewati harta dunia. Tapi kesombongan adalah hal yang sangat halus yang masuk ke dalam jiwa manusia. Bila orang yang berilmu lengah sedikit saja, ia akan dimasuki rasa ini. “Bahwa akulah orang yang paling berilmu. Bahwa akulah orang yang paling dekat di sisi Allah. Tidak ada orang yang lebih alim dariku.” Begitu kira-kira godaan yang ada di dalam hatinya.

Akibatnya, ia akan menyepelekan orang lain, mengaggap orang lain lebih bodoh dan rendah, serta enggan menolak apa yang datang dari orang lain, walau itu suatu yang benar. Ia mengaggap bahwa ia adalah segala-galanya, yang lebih mengetahui dan memahami setiap sesuatu dibanding lainnya.

Pada tahap yang lebih berbahaya adalah penolakan orang berilmu pada keberadaan Allah dan kenyataan akan kebesaran-Nya. Ia tiada segan untuk menafikan Allah dalam kehidupannya. Ia hanya mengagungkan ilmunya. Ia lupa kepada Sang Pemberi ilmu, Sang Mahatahu. “Kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami, ia berkata, ‘Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanya karena kepintaranku.’ Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [QS. Al-Zumar: 49]. Na’udzubillah. Padahal, apa yang diketahui oleh manusia hanyalah setetes dari luasnya samudera pengetahuan Allah.

Sejatinya, ilmu adalah perantara yang menagntarkan kita semua pada kedekatan kepada-Nya. Itu pula yang diisyaratkan oleh al-Qur`an. Karena tujuan sejati dalam pencarian ilmu adalah pendekatan kepada-Nya. Orang yang berilmu adalah orang yang paling bertakwa. Dan barang siapa yang bertakwa maka Allah akan lebih mencurahkan ilmu-Nya. [QS. Al-Baqarah: 282]. Bukan harta, kehormatan, maupun kesombongan yang diharapkan dari orang-orang yang berilmu.

Maka, marilah kita menjadi padi, semakin berisi ia akan semakin merunduk. Semakin berilmu sudah semestinya membawa kita pada ketundukan kepada Allah, serta membawa kita pada kesadaran pada kita tidak ada apa-apanya dibanding kekuasaan Allah. Ilmu kita tidak ada bandingannnya dengan ilmu Allah, bahkan seujung kuku pun. Ya Allah, zidni ilman warzuqni fahman.

SUMBER

Baca artikel lainnya :

Sunday, November 4, 2012

Penyesalan Yang Terlambat (Ayah.. Kembalikan Tangan Dita !)

Bismillahir-Rahmanir-Rahim …
Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya …

Sumber

Baca artikel lainnya :

Cara Agar Istri Menyayangi Kita Setiap Hari

Dalam kehidupan keluarga, sering dijumpai hal-hal yang tidak menyenangkan hati suami maupun istri. Suami merasa jengkel dengan sikap, perkataan atau perbuatan istri; dan istri merasa jengkel atas sikap, perkataan atau perbuatan suami. Akumulasi dari kejengkelan atau ketidaknyamanan yang bermula dari hal-hal kecil ini akan menumpuk menjadi sesuatu perasaan kejengkelan dan ketidaknyamanan yang besar.

Padahal sesungguhnya, mereka tidak sedang mempersoalkan hal-hal yang besar. Mereka hanya berhadapan dengan rutinitas kehidupan yang mengalir begitu saja setiap harinya. Bukan sebuah rekayasa atau konspirasi, namun respon spontan yang kadang tidak menyenangkan pasangan. Hal yang tidak menyenangkan ini bisa berulang setiap hari, yang akhirnya menimbulkan kesan betapa banyak ketidaknyamanan mereka rasakan.
Sebagai suami, kita harus selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi istri dan anak-anak. Istri akan selalu merasa nyaman, senang dan bahagia di dekat suami, apabila suami mampu memberikan hal terbaik sesuai harapan istri. Seringkali harapan itu bukan sesuatu yang besar atau muluk-muluk, justru hal-hal praktis yang sesungguhnya mudah untuk dilakukan suami. Namun dalam beberapa kejadian, banyak suami yang enggan untuk melakukan hal-hal praktis tersebut.

Agar Selalu Disayang Istri
Karena hal-hal yang menjengkelkan itu banyak bermula dari hal sederhana dan praktis, maka hal yang menyenangkan pun banyak bermula dari hal-hal sederhana dan praktis. Bagi para suami, coba lakukan beberapa hal sederhana dan praktis berikut, agar selalu disayang oleh istri.

1. Biasakan mengobrol dengan istri
Mengobrol adalah hal yang sangat disenangi perempuan pada umumnya. Rata-rata perempuan memiliki kecerdasan linguistik yang lebih tinggi dibanding laki-laki, memiliki kosa kata yang lebih banyak dibanding laki-laki, dan meringankan beban masalah dengan jalan menceritakan kepada orang lain. Dengan demikian, mengobrol adalah “kebutuhan pokok” istri yang harus dipenuhi suami.

Kadang karena alasan kesibukan atau kelelahan, banyak suami tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan istri. Karena suami di rumah diam saja, tidak bisa diajak bicara, tidak nyaman diajak berdiskusi, tidak suka membuka pembicaraan, hal ini cukup memberikan tekanan perasaan ketidaknyamanan pada istri. Ia akan merasa tidak diperhatikan, tidak dibutuhkan dan tidak dicintai, hanya karena suami jarang mengobrol dengan istri.

2. Berikan bantuan praktis kepada istri
Ini bukan soal hak dan kewajiban, namun lebih kepada sikap empati dan kepekaan suami untuk melihat hal yang diperlukan istri. Ketika pagi hari istri sibuk menyiapkan berbagai keperluan rutin keluarga, sejak dari memasak nasi, merebus air, menyiapkan perlengkapan mandi anak-anak, menyiapkan baju sekolah anak-anak, menyiapkan perlengkapan sekolah anak-anak, membersihkan dapur dan rumah, akan sangat menyenangkan bagi istri apabila suami membantunya tanpa diminta.

Pertolongan praktis ini bisa dilakukan spontan, misalnya dengan menawarkan membantu satu bagian pekerjaan tertentu. “Apa yang bisa aku bantu? Mungkin aku saja yang menyiapkan sarapan, ibu menyiapkan keperluan sekolah anak-anak”. Tawaran spontan seperti ini sangat menyenangkan istri. Bahkan merasa surprise karena suami mau melakukan hal-hal teknis untuk keperluan keluarga.

Bagi pasangan yang sudah biasa berbagi tugas dalam segala hal, akan tetap menyenangkan hati istri apabila suami memberikan bantuan praktis atas tugas yang sedang dikerjakan istri. “Ini memang tugasmu, tapi aku sangat senang membantumu”.

3. Segera respon keinginan atau permintaannya
Ketika istri sedang sibuk mengurus berbagai keperluan anak-anak, kadang ia merasa kewalahan untuk menyelesaikan semuanya. Akan menjadi hal yang menyenangkan hati istri, apabila suami bersegera merespon permintaannya. Ketika istri meminta tolong kepada suami, “Pak tolong anak-anak segera dibangunkan untuk shalat Subuh dan bersiap ke sekolah. Ibu sedang menyiapkan masakan untuk sarapan ini”; akan sangat menyenangkan istri apabila suami segera bangkit melakukan permintaan istri tersebut.

Tidak perlu dimaknai bahwa itu adalah “perintah”, namun maknai bahwa hal itu adalah panggilan sayang istri yang ingin menguatkan kebersamaan dalam rumah tangga. Kadang suami tersinggung mendengar permintaan istri seperti itu, “Masak saya sebagai suami selalu disuruh-suruh istri…” keluh seorang suami. Semestinya itu tidak perlu dimaknai sebagai perintah istri, tapi sebagai ungkapan kasih sayang istri kepada suami.

4. Berikan perhatian pada sisi pribadi dan kegiatannya
Akan sangat menyenangkan hati istri apabila suami memberikan perhatian pada sisi pribadi maupun pekerjaannya. Misalnya memuji penampilannya, atau sebuah kejutan dan hadiah sederhana namun indah ulang tahunnya, atau memberikan ucapan selamat atas prestasi kerjanya. Itu adalah contoh perhatian pada sisi-sisi pribadi dan pekerjaan istri, walaupun pekerjaan itu di rumah sendiri.

Misalnya ungkapan, “Luar biasa pintarnya Ibu menata taman rumah kita. Sekarang jadi tampak indah dan menarik”. Atau ungkapan, “Kamar kita selalu bersih dan wangi, ini karena ditata oleh istri yang cantik dan wangi”. Apresiasi seperti ini menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian suami terhadap jerih payah istri melakukan kegiatan di rumah.

Cobalah hal-hal sederhana itu setiap hari, niscaya Anda akan disayang istri Anda setiap hari pula.

Sumber

Baca artikel lainnya :

Melihat Kesetiaan Pasangan, Bukan Semata Pelayanan

Dalam kehidupan keluarga, kadang suami dan istri menuntut pelayanan yang ideal dan sempurna dari pasangannya. Begitu mendapatkan pelayanan atau sambutan yang kurang menyenangkan dari pasangan, muncullah kekecewaan. Tentu saja itu tidak salah, karena menunjukkan besarnya cinta kepada pasangan. Namun jangan mencoba membandingkan dengan pelayanan profesional yang diberikan oleh para petugas pelayanan jasa publik, seperti petugas hotel atau petugas di dalam pesawat udara komersial. Mengapa?

Karena para petugas hotel atau petugas yang melayani penumpang di dalam pesawat, mendapatkan pelatihan profesional. Mereka dilatih cara tersenyum, cara menyapa, cara melayani tamu, cara duduk, cara berjalan, cara berpakaian, cara berbicara dan lain sebagainya. Mereka mendapatkan pendidikan khusus untuk bisa menjadi profesional dalam memberikan pelayanan kepada para tamu atau penumpang. Namun, apakah mereka memiliki ruh kesetiaan?

Kalau sekadar menghendaki bagusnya pelayanan, sangat mudah Anda mendapatkan. Jika kita datang ke hotel berbintang lima, kita akan mendapatkan sambutan yang sedemikian istimewa. Para petugas hotel dengan mudah mengatakan, “Kami selalu setia melayani seluruh keperluan Anda.” Ingatlah, kesetiaan mereka tergantung keberadaan uang Anda.

Dalam perspektif lain, mirip seperti itu juga yang diucapkan oleh Lionel Bloch kepada Marisa Ventura dalam film lawas Maid in Manhattan. Saat Lionel Bloch memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai salah seorang manager hotel, karena adanya kasus affair yang menyangkut anak buahnya, Marisa, dengan Christopher Marshall, calon senator. Dalam pandangan Bloch, para tamu hotel itu hanyalah orang-orang yang punya duit, namun mereka tidak akan bisa menguasai para pelayan hotel.

Pelayanan Profesional: Sebuah Tuntutan Profesi
Jika Anda memiliki cukup uang untuk membayar sewa kamar dan berikut charge dari tambahan pelayanan yang Anda perlukan, tentulah mereka setia. Para room boydatang sembari membungkukkan badan mereka dengan sangat hormat, memberikan ucapan salam setiap bertemu Anda, dan bersedia memberikan pelayanan apa pun yang Anda minta, itu semua karena Anda bersedia membayar room rates sesuai ketentuan saat check in.

Jika Anda memiliki uang yang mencukupi, Anda bisa memesan kamar president suitedi hotel bintang lima. Di kamar tersebut, Anda mendapatkan pelayanan lebih istimewa lagi. Anda akan mendapatkan keramahan lebih banyak, mendapatkan senyuman lebih banyak, dan mendapatkan fasilitas kemudahan lebih banyak. Itu semua karena Anda mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan menginap di kamar standar.
Namun jika Anda tidak memiliki sejumlah uang untuk menyewa kamar maka Anda tidak akan dilayani, walaupun Anda telah beberapa kali menginap di hotel yang sama dan mereka juga telah mengenal Anda. Suatu malam para petugas hotel menjumpai Anda tengah termenung di pinggir jalan karena kehabisan uang dan tidak tahu akan menginap di mana, mereka tidak akan menawarkan kamar gratis, walaupun Anda berada di jalan dekat sekali dengan hotelnya. Mereka hanya setia, apabila Anda mampu membayar sewa kamar. Sebatas itulah nilai kesetiaan sebuah hotel.

Jika Anda sering bepergian menggunakan pesawat executive class dan oleh karenanya Anda mendapatkan fasilitas executive lounge di bandara, para petugas pesawat dan bandara akan setia karena Anda telah membayar harga tiketnya. Petugas check in bandara demikian ramah dan murah senyum karena Anda telah membayar harga tiketnya. Pramugari dan awak kabin melayani penumpang executive class lebih ramah, lebih lembut, dan lebih murah senyum dibandingkan penumpang Y Class, alias kelas ekonomi atawa bumel. Itu terjadi karena harga tiketnya berbeda.

Dengan harga tiket yang lebih mahal, Anda mendapatkan lebih banyak senyum, lebih banyak keramahan, lebih banyak sapaan, termasuk aneka minuman dan makanan yang siap disajikan. Jika suatu saat Anda naik kelas ekonomi, Anda pun akan dilayani dengan kelas ekonomi, walaupun mereka tahu Anda biasanya menggunakan kelas eksekutif. Senyum dan keramahannya lebih sedikit.

Bahkan suatu saat para petugas bandara dan kru pesawat menjumpai Anda tengah bengong di bandara karena tidak memiliki uang untuk membeli tiket, mereka tidak akan menawarkan kepada Anda tempat duduk gratis di kelas eksekutif. Ingat, sesungguhnya mereka tidak setia kepada Anda. Mereka hanya setia kepada uang Anda. Mereka hanya memberikan pelayanan kepada Anda karena Anda membayarnya, tapi mereka tidak memiliki hati dan ruh kesetiaan.

Menghargai Kesetiaan Pasangan
Sekarang lihatlah pasangan kita. Dia tersenyum, ramah, sopan, lembut, melayani, menemani, dan lain sebagainya tindakan untuk menyenangkan kita. Apakah perilaku istri kita seperti petugas hotel bintang lima, atau seperti petugas pesawat udara? Saat kita pulang terlalu malam, dibukakan pintu rumah dan pintu kamar untuk kita memasukinya, walaupun saat itu kita tengah tidak memiliki uang sama sekali. Dia tidak akan membiarkan kita tidur di luar rumah karena kita tidak mampu membayar ”sewa.” Dia tetap melayani kita, walaupun tengah kesulitan keuangan.

Dua puluh empat jam sehari semalam, kesetiaan diberikan oleh pasangan kita. Pasangan kita memiliki hati dan ruh kesetiaan yang luar biasa. Tidakkah kita berbangga kepadanya?
Mungkin ada berbagai kekurangan pasangan kita dalam memberikan pelayanan. Namun pasangan kita melakukannya dengan kehadiran jiwa. Dia memberikan pelayanan dengan hati dan perasaan.

Tidak seperti para petugas hotel bintang lima yang tersenyum karena ada bayaran. Semakin besar Anda membayar, semakin lebar senyum diberikan. Tidak seperti petugas pesawat executive class, yang menyapa ramah karena kita membayar. Mereka tersenyum secara “profesional”, yaitu senyum karena profesi. Tanpa kehadiran hati dan perasaan yang tulus. Mereka hanya menyapa dengan ramah saat kita menjadi penumpang pesawatnya. Sangat berbeda dengan pasangan hidup kita.

Mari berterima kasih kepada pasangan hidup kita, atas kesetiaan dan pelayanan sepenuh jiwa yang telah diberikan secara tulus. Karena cinta. Luar biasa.

Sumber

Baca artikel lainnya :

7 Keajaiban Dunia Versi Islam


1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”. Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman  ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah  mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.(Lihat Tafsir Ibnu Katsir:3/498)

Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi Muhamaad saw bersabda,  “Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di  barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari  jurang Aden, akan menggiring manusia”. (HR. Muslim dalam Shohih-nya).

2. Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis?   Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,  “Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dulu Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut   hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut”  (HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya:876).

3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu  yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan  membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah  mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya, Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di  Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya: 1782).

4. Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi  ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada  manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada  Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku  di belakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu  yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu  beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka  onta itu merintih dan bercucuran air matanya.

Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya  sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini   milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini)  telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan:1/400).

5. Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing  panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits , Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar  yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun  memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan  kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur
Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal  itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika  engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam  memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang  menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya  urat nadi leherku terputus”. (HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya: 4512).

6. Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir  zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  tidaklah  pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,  “Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. (HR. Al-Bukhoriy dalam Shohihnya: 2767).

7. Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita  fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah  semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an, “Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi  segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin,  manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah  seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan  mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku  dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang  saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Sumber

Baca artikel lainnya :

Sunday, October 28, 2012

Manfaat Shalat Tahajud dan Sedekah

Kisah yang sangat bagus dari seorang yang bertutur bagaimana berusaha untuk mendapatkan keturunan. Usaha untuk mendapatkan keturunan dengan upaya Sholat Tahajud dan shodaqoh, pelajaran yang sangat indah. Semoga bermanfaat bagi pembaca, Silahkan baca dengan seksama dan serius ya.
Pada saat 2 bulan usia pernikahan kami Alhamdulillah Alloh SWT memberikah anugerah dengan hamilnya istri saya, waktu itu kami berdua sangat senang sekali, tetapi ketika usia kehamilan istri saya genap 3 bulan, Alloh mentaqdirkan lain istri saya keguguran, perasaan saya waktu itu sangat terpukul sekali, yang mana waktu itu saya pribadi sangat mendambakan seorang anak sebagai penerus perjuangan dakwah saya.

Namun saya menyadari bahwa kita punya keinginan tetapi keinginan Alloh lah yang akan berjalan, disamping itu saya teringat firman Alloh 'Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui'

Akhirnya saya berusaha melupakan peristiwa itu, kata dokter yang menangani istri saya, bahwa seseorang yang keguguran dan dikuret maka tidak boleh punya Anak selama kurang lebih satu tahun, akhirnya istri saya KB, setelah menunggu kurang lebih satu tahun istri pun lepas KB, dan tidak begitu lama Alhamdulillah istri saya dinyatakan positif hamil lagi, alangkah bahagianya kami berdua waktu itu, kami semakin hati - hati menjaga jabang bayi yang ada dalam perut istri saya, dengan minum pil penguat janin, naik motor pelan - pelan, istri nggak boleh terlalu capek dan lain - lain.

Setelah usia kehamilan istri saya menginjak bulan ketiga saya khawatir jangan - jangan kejadian pertama dulu terulang lagi, ternyata benar istri saya keguguran lagi, seketika itu saya sebagai seorang laki - laki menangis tanpa punya rasa malu sambil mengubur janin yang udah kelihatan bayi walaupun dalam ukuran kecil. Akhirnya istri saya pun di kuret lagi, seperti pesan pertama dulu dokter menyatakan tidak boleh hamil kurang lebih satu tahun. saya pun terpukul, terus saya kapan punya anak...! Atas saran seorang teman, katanya tidak usah menunggu satu tahun, empat bulan udah boleh hamil. Akhirnya saya agak lega, dan setelah empat bulan istri pun lepas KB.

Pada bulan berikutnya Alhamdulillah istri saya dinyatakan positif hamil lagi, untuk kehamilan yang ketiga ini saya trauma jangan - jangan ntar kalo udah umur 3 bulan keguguran lagi, ternyata benar belum genap usia kandungan istri saya satu bulan, istri saya mengalami pendarahan, saya semakin stes.

Akhirnya dari ketiga kejadian tersebut, saya semakin sadar kita ini tidak punya apa-apa, tidak punya kuasa apa-apa, saya pasrah, di tengah-tengah kepasrahan itu saya teringat salah satu hadist yang menyatakan bahwa sedekah bisa sebagai tolak bala' dan sedekah bisa memadamkan kemarahan Alloh, akhirnya setelah istri saya dinyatakan positif hamil lagi, sejak itu saya perbanyak sedekah selain untuk anak-anak Amalia, juga orang-orang yang tidak mampu yang berada disekitar rumahku, di samping itu tak ketinggalan sholat tahajud saya lakukan tiap malam, berdo'a setiap saat ketika melakukan amal apa saja ( amal yang baik – baik ), saya berniat dalam hati semoga Alloh memberikan keturunan.

Alhamdulillah atas wasilah sedekah dan sholat tahajud istri saya yang biasanya keguguran setiap menginjak bulan ketiga, akhirnya selamat sampai melahirkan seorang anak yang cantik, cerdas, dan lincah. dari fadhilah sedekah tersebut saya semakin yakin akan kekuatan sedekah dan sampai saat ini santunan ke nenek - nenek dikampung saya tetap berjalan, dan Alhamdulillah lahir lagi anak yang kedua seorang anak - anak laki - laki tanpa ada hambatan sedikit pun. Subhanallah..
Bagaimana Kisahnya agan-agan. Menarik bukan? Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat semua pembaca yang budiman.

Baca artikel lainnya :

 
Ingin Wajah bersih? Jerawat Hilang? Payudara Kencang dan Membesar? Hubungan Pasutri Tahan Lama? Jawabanya Klik Aja disini untuk Baca Artikel Lengkapnya !!!